Rabu, 30 November 2011

KEPUTIHAN

0

               Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina (selain darah haid), berwarna bening dan tidak berbau, berfungsi untuk mencegah vagina dari kekeringan dan infeksi. Keputihan terjadi secara alamiah, setiap bagian tubuh yang berongga dan berhubungan dengan dunia luar akan mengeluarkan semacam getah atau lendir, begitu juga dengan saluran perempuan (vagina).


Jenis-jenis keputihan :

                Banyak keputihan yang keluar bervariasi, keputihan itu pula ada yang normal dan ada juga yang tidak normal. Keputihan normal dipengaruhi oleh siklus haid/hormonal, dalam keadaan terangsang, mengalami ketegangan atau kelelahan dan aktivitas seksual.
Keputihan tidak normal, bila jumlahnya banyak tidak seperti dalam keadaan normal, berwarna putih seperti susu, kuning kehijauan, berbau amis, busuk, disertai rasa gatal, dan kadang-kadang menimbulkan rasa tidak nyaman (nyeri) didaerah perut bawah, ini bisa merupakan gejala infeksi.

Penyebab keputihan tidak normal yaitu :

                Penyebabnya antara lain : infeksi bakteri, jamur, parasit. Untuk memastikan penyebab dari keputihan perlu dilakukan pemeriksaan. Jangan malu dan jangan ragu untuk konsultasi kedokter terdekat atau ke YC-PKBI, PKPR dan PIK-Remaja agar diketahui obat yang tepat.

sumber : PKBI Pusat

RASA NYERI MENJELANG MENSTRUASI

0

               Banyak perempuan yang mengalami rasa nyeri sebelum menstruasi, ada yang pusing, mual, pegal-pegal, sakit perut, bahkan da pula yang sampai pingsan. Kalau sakitnya masih bisa ditahan, masih bisa disebut normal, itu akibat kontraksi dinding rahim dalam rangka merontokkan endometriumnya. Kalau sampai pingsan ataupun mengalami sakit yang luar biasa yang mengganggu aktivitas, hal ini perlu diperiksakan langsung ke dokter karena gaya menstruasi yang seperti ini bisa berbahaya jika dibiarkan.
 
Gangguan Emosi


                Selain nyeri fisik, banyak juga remaja yang mengalami gangguan emosi seperti mudah tersinggung, males-malesan, sedih tanpa ada sebab yang pasti. Para ahli mengatakan bahwa ini terjadi akibat perubahan keseimbangan hormon-hormon seksual pada saat menstruasi. Plus secara logis, apabila kita mengalami gangguan fisik seperti yang telah disebutkan diatas maka emosinya pun bisa terpengaruh juga.

Kamis, 24 November 2011

PKBR

0


                Program PKBR adalah suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya tegar remaja, tegar remaja adalah remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko TRIAD KRR (Seksualitas, Napza, HIV/AIDS) menunda usia perkawinan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera serta menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
PKBR bertujuan untuk :
·         Memberikan info yang berkaitan dengan penyiapan diri remaja menyongsong kehidupan berkeluarga yang baik.
·         Menyiapkan pribadi yang matang dalam membangun keluarga yang harmonis
·         Memantapkan perencanaan dalam menata kehidupan untuk keharmonisan keluarga
Transisi kehidupan remaja
1.       Melanjutkan pendidikan
2.       Mencari pekerjaan
3.       Memulai kehidupan berkeluarga
4.       Menjadi anggota masyarakat yang normal
5.       Mempraktikan hidup sehat
Dalam program BKR atau Bina Keluarga Remaja yang berperan penting dalam program ini adalah orang tua. Karena orang tua yang lebih mengatur segala kegiatan remaja.
SKRRI (2003)
Bersumber :
1.       Teman sebaya                   71 %
2.       Orang tua                            31 %
3.       Guru                                      31 %
4.       Petugas kesehatan         16 %
5.       Pemuka agama                 12 %

sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional  (BkkbN)




Rabu, 23 November 2011

HAK-HAK REPRODUKSI PADA REMAJA

0


               Hak reproduksi remaja secara umum diartikan sebagai hak yang miliki oleh individu baik laki-laki maupun perempuanyang berkaitan dengan keadaan reproduksinya. Berdasarkan Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) di Kairo 1994, ditentukan ada 12 hak-hak reproduksi.

·         Hak Untuk Hidup (Hak Untuk Dilindungi Dari Kematian Karena Kehamilan Dan Proses Melahirkan)

Setiap perempuan yang hamil dan akan melahirkan berhak untuk mendapatkan perlindungan dalam arti mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sehingga terhindar dari kemungkinan kematian dalam proses kehamilan dan melahirkan tersebut.
·         Hak Atas Kebebasan Dan Keamanan Berkaitan Dengan Kehidupan Reproduksi

Hal ini berkaitan dengan adanya kebebasan berpikir dan menentukan sendiri kehidupan reproduksi yang dimilki oleh seseorang.
·         Hak Untuk Bebas Dari Segala Bentuk Diskriminasi Dalam Kehidupan Berkeluarga Dan Kehidupan Reproduksi

Setiap orang tidak boleh mendapatkan perlakuan diskriminatif berkaitan dengan kesehatan reproduksi karena ras, jenis kelamin, kondisi sosial ekonomi, keyakinan/agamanya dan kebangsaannya.
·         Hak Atas Kerahasiaan Pribadi Dengan Kehidupan Reproduksinya terkait dengan informasi pendidikan dan pelayanan

Setiap individu harus dijamin kerahasiaan kehidupan reproduksinya terkait dengan informasi pendidikan dan pelayanan misalnya informasi tentang kehidupan seksual, masa menstruasi dan lain sebagainya.
·         Hak Untuk Kebebasan berfikir tentang kesehatan reproduksi

Setiap remaja berhak untuk berpikir atau mengungkapkan pikirannya tentang kehidupan yang diyakininya.
·         Hak Mendapatkan Informasi Dan Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Setiap remaja berhak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan yang jelas dan benar tentang berbagai aspek terkait masalah kesehatan reproduksi.
·         Hak Membangun Dan Merencanakan Keluarga

Setiap individu dijamin haknya: kapan, dimana, dengan siapa, serta bagaimana ia akan membangun keluarganya. Tentu saja semuanya tidak terlepas dari norma agama, sosial dan budaya yang berlaku.
·         Hak Untuk Menentukan Jumlah Anak Dan Jarak Kelahiran

Setiap orang berhak untuk menentukan jumlah anak yang dimilkinya serta jarak kelahiran yang diinginkan.
·         Hak Mendapatkan Pelayanan Dan Perlindungan Kesehatan Reproduksi

Setiap remaja memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dan perlindungan kehidupan reproduksinya termasuk perlindungan dari resiko kematian akibat proses reproduksi.
·         Hak Mendapatkan Manfaat Dari Kemajuan Ilmu Pengetahuan Yang Terkait Dengan Kesehatan Reproduksi

Setiap remaja berhak mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi, serta mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan sebenar-benarnya dan kemudahan akses untuk mendapatkan pelayanan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja.
·         Hak Atas Kebebasan Berkumpul Dan Berpartisipasi  Dalam Politik Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Reproduksi.

Setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat atau aspirasinya baik melalui pernyataan pribadi atau pernyataan melalui kelompok atau partai politik yang berkaitan dengan kehidupan reproduksi.
·         Hak Untuk Bebas Dari Penganiayaan Dan Perlakuan Buruk Termasuk Perlindungan
Dari Perkosaan, Kekerasan, Penyiksaan dan Pelecehan Seksual

Remaja laki-laki maupun perempuan berhak untuk mendapatkan perlindungan dari kemungkinan berbagai perlakuan buruk di atas karena akan sangat berpengaruh pada kehidupan reproduksi remaja.

KEMATANGAN PSIKOLOGI REMAJA

0

Gambaran Psikologi Remaja
                Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa (Hurlock, 1993). Pada masa ini remaja mengalami beberapa perubahan yaitu dalam aspek jasmani, rohani, emosional, sosial dan personal (WHO, 2002). Selain perubahan fisik, remaja juga akan mengalami perubahan pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi. Akibat dari beberapa perubahan tersebut , maka remaja juga akan mengalami perubahan tingkah laku yang dapat menimbulkan konflik dengan orang sekitarnya, seperti konflik dengan orang tua, lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Batasan Usia Remaja
·         Pra remaja (11-13 tahun)
Pra remaja ini merupakan masa yang sangat pendek yaitu kurang lebih hanya satu tahun. Pada masa ini dikatakan juga sebagai fase yang negatif, hal tersebut dapat terlihat dari tingkah laku mereka yang cenderung negatif, sehingga fase ini merupakan fase yang sulit bagi anak maupun orang tuanya.

·         Remaja awal (14-17 tahun)
Pada masa ini, perubahan-perubahan fisik terjadi sangat pesat dan mencapai pada puncaknya. Ketidakseimbangan emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal terdapat pada masa ini. Remaja berupaya mencari identitas dirinya, sehingga statusnya tidak jelas. Selain itu, pada masa ini terjadi perubahan pola-pola hubungan sosial.

·         Remaja lanjut (18-21 tahun)
Dirinya ingin selalu menjadi pusat perhatian dan ingin menonjolkan diri. Remaja mulai bersikap idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang dimilki sangat besar. Selain itu, remaja mulai menetapkan identitas diri dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional.
Ciri Psikologi Remaja
·         Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat karena beberapa faktor, seperti pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah dan lain sebagainya.
·         Remaja mengalami perubahan yang dramtis dalam kesadaran diri mereka  (self-awreness). Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka.
·         Remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image).
·         Remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, seringkali mereka terlihat tidak memikirkan akibat dari perbuatan mereka.
·         Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang karena telah sering dihadapkan pada dunia nyata. Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain ternyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau dipikirkannya.
Periode Perkembangan Psikologi Remaja
·         Periode peralihan, yaitu peralihan dari tahap perkembangan sebelumnya ke tahap perkembangan selanjutnya secara berkesinambungan.
·         Periode perubahan, yaitu perubahan emosi, perubahan peran dan minat, perubahan perilaku dan perubahan sikap.
·         Periode bermasalah, yaitu periode yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah yang dihadapi oleh remaja dan sering sulit untuk diatasi.
·         Periode pencarian identitas diri, yaitu pencarian  kejelasan mengenai siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat.
·         Periode yang menimbulkan ketakutan, yaitu periode dimana remaja memperoleh stereotipe sebagai remaja yang tidak dapat dipercaya dan berperilaku merusak.
·         Periode yang tidak realistik, yaitu periode dimana remaja memandang kehidupan dimasa yang akan datang melalui idealismenya sendiri cenderung saat ini tidak realistik.
·         Periode ambang masa dewasa, yaitu semakin mendekatnya usia kematangan dan berusaha untuk meninggalkan periode remaja dan  memberikan kesan bahwa mereka sudah mendekati dewasa.
 sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BkkbN)

Minggu, 20 November 2011

MIMPI BASAH

0


      Mimpi basah adalah keluarnya sperma tanpa rangsangan pada saat tidur, dan umumnya terjadi saat mimpi tentang seks.

sumber gambar : www.google.co.id

Proses mimpi basah :
Testis
memproduksi
sperma setiap hari
Sperma
ditampung

 


                                                                                    
saat penuh
terjadi ejakulasi
 



                                                                                        sengaja
                                                     tidak sadar                  (masturbasi)
                                                     (mimpi basah)

Pernyataan yang salah tentang mimpi basah :
  • Bila tidak mimpi basah, tidak normal
  • Bila tidak mimpi basah, penis meledak
  • Penis membesar bila ditarik-tarik
  • Yang mimpi basah hanya anak nakal

Pernyataan yang benar tentang mimpi basah :
  • Pada umumnya laki-laki akan mengalami mimpi basah ketika pubertas
  • Bila ereksi tidak selalu harus ejakulasi