1. Kurang Gizi/Gizi Buruk
Kurang gizi/gizi buruk adalah masalah kesehatan yang paling sering terjadi dan berakibat buruk pada perempuan. Akibatnya, ia tumbuh lebih lambat dan secara fisik tidak tumbuh dengan baik (yang nantinya akan menyebabkan kesulitan dalam melahirkan). Tanpa makanan yang cukup, perempuan akan mengalami gejala kurang sehat, termasuk kelelahan, lemah dan anemia.
2. IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV/AIDS
Seorang perempuan secara fisik sangat rentan terkena IMS dan HIV/AIDS daripada laki-laki, karena sperma laki-laki akan tinggal di dalam tubuh perempuan dan kuman akan masuk lewat dinding vagina ke dalam darah. Perempuan yang tertular sering tidak mengalami tanda-tanda infeksi, karenanya banyak yang terlambat mengobati.Tanpa pengobatan IMS bisa menyebabkan rasa sakit, infeksi panggul yang berat, kemandulan, gangguan kehamilan dan resiko tinggi terkena kanker cervix, serta HIV/AIDS yang menyebabkan kematian.
3. Hamil Terlalu Sering
Hampir di seluruh wilayah di Indonesia, 1/3 sampai ½ jumlah perempuan akan menjadi ibu sebelum mencapai usia 20 tahun. Banyak diantaranya yang melahirkan banyak anak dengan jarak yang berdekatan. Angka kehamilan dan melahirkan yang berdekatan membuat perempuan tidak akan sempat memulihkan tenaga sehingga menjadi mudah sakit dan mengalami komplikasi dalam kehamilan dan persalinan.
4. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan
Dalam 10 tahun terakhir, jumlah kematian bayi telah menurun dengan tajam, tetapi jumlah kematian ibu karena kehamilan dan persalinan tetap tinggi. Hal ini sangat memprihatinkan bahwa perempuan harus mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan, hal ini menunjukkan betapa jaminan dan perlindungan terhadap perempuan dalam melaksanakan fungsi reproduksinya masih dianggap tidak penting (tidak menjadi prioritas)
5. Aborsi
Banyak perempuan yang mencoba untuk menggurkan kandungan dengan cara tidak aman karena mereka tidak punya pilihan lain (misalnya karena kehamilan yang tidak diinginkan akibat perkosaan). Banyak akhirnya yang menjadi mandul dan merasa kesakitan yang terus-menerus, infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.
6. Gangguan Kesehatan Umum
Perempuan sering mengalami gangguan kesehatan tertentu karena pekerjaan mereka, karena kurang gizi atau karena kelelahan. Misalnya TBC (tuberculosis) dimana karena kemiskinan mereka tidak dapat mengakses pengobatan yang layak, yang tidak jarang mengakibatkan kematian.
7. Keselamatan Kerja
Perempuan menghadapi resiko kesehatan setiap hari dari pekerjaannya. Di rumah, ancaman penyakit paru-paru karena asap dapur, luka bakar dari memasak sangat mudah terjadi, penyakit menyebar melalui air juga sering terjadi, karena perempuan sebagian besar menghabiskan waktunya di air dalam waktu yang cukup lama dan dilakukan setiap hari.
8. Gangguan Kesehatan Jiwa
Depresi berat, lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini sering mengenai perempuan yang miskin, yang kehilangan atau mengalami kekerasan, atau dimana masyarakatnya telah dirusak atau berubah total.
9. Kekerasan Terhadap Perempuan
Kekerasan terhadap perempuan seringkali menimbulkan luka berat, kecacatan tubuh, dan bahkan kematian.
10. Status/ Posisi Perempuan
Status perempuan adalah kedudukan seseorang di dalam keluarga dan masyarakat. Status akan mempengaruhi bagaimana perempuan diperlakukan, bagaimana dia dihargai, dan kegiatan apa yang boleh dilakukan.
11. Belum Adanya Kebijakan dan Kekuasaan Untuk Memutuskan
Seorang perempuan seringkali tidak boleh memutuskan bagaimana memutuskan seksualitas dan reproduksinya juga akses informasi dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksinya.
12. Pelayanan Kesehatan Tidak Memberikan Pelayanan yang Dibutuhkan Oleh Perempuan
Kemiskinan dan diskriminasi dalam keluarga dan masyarakat tidak hanya menimbulkan gangguan pada kesehatan reproduksi perempuan, tetapi juga meminggirkan akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan reproduksinya dan tidak adanya sensivitas gender pelaku kesehatan (dokter, perwat DLL).





0 komentar:
Posting Komentar